Back

SPI UIN Antasari Ikuti Pembukaan Pekan Raya Pengetahuan 2026 BPKP, Perkuat Pemahaman SPIP Terintegrasi

BANJARMASIN – Satuan Pengawasan Internal (SPI) UIN Antasari Banjarmasin mengikuti kegiatan pembukaan Pekan Raya Pengetahuan (PRP) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) secara daring melalui Zoom, Selasa (20/10/2026). Keikutsertaan SPI UIN Antasari dalam kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat pemahaman dan kapasitas Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dalam penerapan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah Terintegrasi (SPIP-T).

PRP BPKP 2026 mengusung tema “SPIP Terintegrasi: From Framework to Action” dan berlangsung pada 20 Oktober hingga 26 November 2026. Kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran, berbagi pengetahuan, serta pertukaran pengalaman untuk mendorong penerapan SPIP-T yang lebih efektif, kontekstual, dan aplikatif di berbagai instansi pemerintah. Kegiatan Pekan Raya Pengetahuan 2026 dibuka secara langsung oleh Wakil Kepala BPKP, Aryanto Wibowo. Pembukaan ini menandai dimulainya rangkaian pembelajaran yang dirancang untuk memperdalam pemahaman mengenai konsep, metodologi, implementasi, serta praktik baik penyelenggaraan SPIP Terintegrasi.

Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan dapat memperluas wawasan dan meningkatkan kapasitas dalam penyelenggaraan, pendampingan, evaluasi maturitas, pengukuran efektivitas, serta penguatan pencegahan korupsi melalui SPIP-T.

Wakil Kepala BPKP Aryanto Wibowo saat menyampaikan sambutan pada Pembukaan Kegiatan PRP BPKP 2026 (Foto: Dok. SPI)

Dari Kerangka Menuju Penerapan Nyata

Tema “From Framework to Action” menegaskan pentingnya menjembatani pemahaman konseptual dengan implementasi nyata. Sistem pengendalian intern akan memberikan manfaat optimal apabila tidak berhenti pada pemahaman regulasi dan pemenuhan dokumen, tetapi diterapkan secara konsisten dalam proses pengambilan keputusan, pelaksanaan kegiatan, pengelolaan risiko, dan pencapaian tujuan organisasi.

Pada hari pertama, Selasa, 20 Oktober 2026, kegiatan PRP menghadirkan tiga sesi pembelajaran yang membahas perkembangan konsep SPIP-T, manajemen risiko korupsi, serta strategi penguatan penyelenggaraan SPIP-T. Ketiga sesi tersebut menghadirkan pemateri dari unit kerja di lingkungan BPKP yang memiliki fokus pada penguatan kebijakan pengawasan dan investigasi.

Sesi pertama mengangkat materi “Perkembangan Konsep dan Strategi Operasionalisasi SPIP Terintegrasi”, yang disampaikan oleh Muhammad Syafral dari Pusat Strategi Kebijakan Pengawasan (Putrajakwas) BPKP. Materi ini membahas perkembangan konsep SPIP-T dan strategi operasionalisasinya sebagai landasan dalam penerapan sistem pengendalian intern di lingkungan instansi pemerintah.

Sesi kedua membahas “Manajemen Risiko Korupsi dalam Konteks Penerapan SPIP Terintegrasi”, dengan pemateri Randy Bhramantyo dari Direktorat Investigasi IV BPKP. Materi ini mengangkat pentingnya manajemen risiko korupsi sebagai bagian dari penguatan pengendalian intern dan upaya pencegahan penyimpangan dalam pelaksanaan tugas pemerintahan. Selanjutnya, sesi ketiga mengangkat materi “Strategi Penguatan Penyelenggaraan SPIP-T”, yang disampaikan oleh Ekwanto dari Pusat Strategi Kebijakan Pengawasan (Putrajakwas) BPKP. Materi ini berfokus pada strategi penguatan penyelenggaraan SPIP Terintegrasi agar implementasinya semakin efektif dan mendukung pencapaian tujuan organisasi.

Penyampaian Materi tentang Strategi Penguatan Penyelenggaraan SPIP-T (Foto: Dok. SPI)

Ketiga sesi tersebut memberikan ruang pembelajaran bagi peserta untuk memperluas pemahaman mengenai SPIP Terintegrasi dari aspek konseptual, pengelolaan risiko korupsi, hingga strategi penguatan penerapannya di lingkungan instansi pemerintah. Dengan demikian, SPIP Terintegrasi tidak hanya dipahami sebagai kerangka pengendalian, tetapi juga menjadi bagian dari praktik tata kelola yang berorientasi pada efektivitas, akuntabilitas, integritas, dan pencapaian tujuan organisasi.

Penulis Artikel/Berita : Muhammad Danan